Jakarta, 13 Februari 2026 – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) pada Jumat (13/2) sebagai forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan industri nasional tahun 2026. Raker ini menegaskan komitmen seluruh satuan kerja untuk mengedepankan langkah eksekusi program prioritas secara terukur, transparan, dan akuntabel.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam arahannya menekankan bahwa Raker bukan sekadar forum perencanaan, melainkan momentum konsolidasi untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Raker ini adalah momen eksekusi. Kita harus memastikan seluruh program prioritas benar-benar memberikan dampak nyata bagi penguatan daya saing industri nasional,” tegasnya.
Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain penguatan pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI), percepatan implementasi industri hijau, serta akselerasi transformasi industri 4.0. Ketiga pilar tersebut dipandang krusial dalam menjaga kualitas produk industri nasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor manufaktur.

Pada lingkup Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), prioritas diarahkan pada peningkatan efektivitas pengawasan SNI, penguatan ekosistem industri hijau, serta pengembangan layanan berbasis teknologi untuk mendukung transformasi industri 4.0.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) memaparkan sejumlah program unggulan tahun 2026, antara lain program Restart IKM pascabencana, pengembangan sentra IKM seperti genteng dan bambu, penguatan industri pangan intermediate, pengembangan industri kreatif dan kimia, serta akselerasi IKM otomotif dan digital.
Raker ini dihadiri oleh seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, pimpinan satuan kerja pusat, serta 24 satuan kerja daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Di lingkungan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik, seluruh pegawai turut mengikuti pelaksanaan Raker secara daring yang diselenggarakan terpusat di Aula BBSPJIBBT sebagai bentuk komitmen dalam mendukung penyelarasan kebijakan dan penguatan kinerja satuan kerja.
Melalui Raker 2026 ini, Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.


