Batam, 8 April 2026 — Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik (BBSPJIBBT) melaksanakan kunjungan kerja ke Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Rabu (8/4) dalam rangka menjajaki potensi kerja sama strategis di bidang inspeksi bangunan, khususnya inspeksi dermaga.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BBSPJIBBT dalam memperluas layanan jasa teknis serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan di kawasan industri dan pelabuhan. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi dalam pelaksanaan inspeksi dermaga sebagai salah satu layanan unggulan BBSPJIBBT di bidang inspeksi bangunan.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki jaringan pelabuhan yang sangat luas. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, terdapat lebih dari 2.400 pelabuhan di seluruh Indonesia, namun hanya sekitar 10 pelabuhan utama yang menangani lebih dari 80% arus logistik nasional, menunjukkan konsentrasi aktivitas yang tinggi pada infrastruktur tertentu . Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pembangunan dan rehabilitasi pelabuhan, termasuk pembangunan 28 pelabuhan baru dalam 10 tahun terakhir.
Di tengah pertumbuhan pesat aktivitas logistik dan mobilitas laut di Indonesia, infrastruktur kepelabuhanan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Peningkatan volume arus barang yang signifikan tidak selalu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, khususnya pada fasilitas dermaga sebagai titik krusial dalam rantai distribusi.
Kondisi fisik dermaga yang belum optimal menjadi krusial dalam pengelolaan Pelabuhan. Pemeliharaan aset menuntut standar keselamatan dan keandalan struktur yang semakin tinggi, terutama dalam menjamin keamanan operasional dan perlindungan terhadap risiko kegagalan konstruksi.
Menjawab kebutuhan tersebut, BBSPJIBBT hadir dengan berbagai layanan teknis yang dirancang untuk mendukung pengelolaan dan pemeliharaan dermaga secara komprehensif. Melalui kapabilitas yang dimiliki, BBSPJIBBT mampu melakukan inspeksi struktur bangunan dermaga, baik secara visual maupun detail, guna mengidentifikasi potensi kerusakan dan penurunan kinerja struktur.
Selain itu, layanan pengujian material konstruksi seperti beton dan baja dilakukan untuk memastikan kualitas material yang digunakan masih memenuhi standar teknis yang berlaku. Evaluasi kondisi eksisting dan kelayakan operasional juga menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran menyeluruh terhadap kondisi dermaga saat ini.
Untuk mendukung proses inspeksi yang lebih akurat dan minim risiko, BBSPJIBBT juga mengaplikasikan metode Non-Destructive Test (NDT) yang memungkinkan deteksi kerusakan tanpa merusak struktur. Hasil dari seluruh rangkaian pengujian dan inspeksi tersebut kemudian dirumuskan dalam bentuk rekomendasi teknis, baik untuk perbaikan maupun perkuatan struktur, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat bagi pengelola pelabuhan.

Kunjungan ini juga sejalan dengan semangat B4T #Build4Trust yang diusung oleh BBSPJIBBT di bawah kepemimpinan Ibu Shinta Virdhian. Melalui inisiatif tersebut, BBSPJIBBT terus mendorong penguatan kepercayaan publik melalui peningkatan kualitas layanan, profesionalisme, serta integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Selain itu, diskusi juga mencakup potensi pengembangan layanan lain yang relevan dengan kebutuhan industri di Batam, sebagai bentuk kontribusi BBSPJIBBT dalam mendukung peningkatan daya saing industri nasional.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang berkelanjutan antara BBSPJIBBT dan BP Batam, guna mendorong peningkatan kualitas layanan publik serta penguatan infrastruktur industri di Indonesia.


