Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik (B4T)

IMX 2024

B4T Pamerkan Terobosan Kendaraan Listrik dan Sistem “Mobile Charging” di IMX 2024

Bandung, September 2024 — Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kementerian Perindustrian terus mempertegas komitmennya dalam mendukung pengembangan industri ramah lingkungan di Indonesia melalui inisiasi penggunaan kendaraan listrik. Pada ajang tahunan Indonesia Modification Expo (IMX) 2024, B4T akan menampilkan dua kendaraan listrik dengan konsep inovatif: mobil listrik BYD Seal Performance sebagai kendaraan operasional dan modifikasi kendaraan niaga masyarakat Indonesia yang dilengkapi dengan fitur “mobile charging”.

Inisiasi Kendaraan Listrik B4T: BYD Seal Performance

Sebagai kendaraan operasional B4T sejak Agustus 2024, mobil listrik BYD Seal Performance dihadirkan melalui kerja sama antara B4T dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Kendaraan ini dibekali dengan baterai berkapasitas 80-100 kWh, dan telah terbukti mampu berfungsi sebagai sumber energi bergerak atau “mobile charger”. Salah satu keunggulannya adalah kemampuan pengisian daya menggunakan energi yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik B4T. PLTS B4T memiliki kapasitas produksi listrik hingga 3.600 kWh, yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan energi berbagai kegiatan operasional B4T. Sebagai gambaran, kapasitas 3.600 kWh ini setara dengan kebutuhan listrik sekitar 240-360 rumah tangga dalam sehari, atau dapat mengisi penuh baterai hingga 72 mobil listrik.

Siklus ini menciptakan gaya hidup berkelanjutan yang semakin relevan di era modern. Mengisi daya mobil listrik di kantor yang listriknya bersumber dari PLTS, kemudian menggunakan kendaraan tersebut sebagai transportasi harian, dan bahkan memanfaatkan energi tersimpan untuk kebutuhan listrik di rumah, menciptakan efisiensi energi yang optimal. Mobil listrik dengan kapasitas baterai 80-100 kWh dapat menyuplai daya listrik untuk beberapa rumah tangga sekaligus. Berdasarkan rata-rata konsumsi listrik rumah tangga di Indonesia yang berkisar antara 10-15 kWh per hari, baterai dari satu mobil ini mampu menyediakan listrik bagi 8 hingga 10 rumah. Sebagai ilustrasi, penggunaan 8 lampu LED dengan daya 10 Watt selama 6 jam hanya memerlukan sekitar 0,48 kWh. Ini membuktikan bahwa teknologi kendaraan listrik bukan hanya dapat digunakan untuk mobilitas, tetapi juga sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, mendukung upaya transisi energi berkelanjutan.

Modifikasi Kendaraan Niaga Masyarakat Indonesia dengan Fitur “Mobile Charging”

B4T juga mempersembahkan terobosan lain melalui modifikasi kendaraan niaga yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Modifikasi ini dilakukan bekerja sama dengan National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan selanjutnya mengubah kendaraan konvensional tersebut menjadi kendaraan listrik. Kendaraan ini akan dilengkapi dengan empat modul surya yang dipasang di atap, masing-masing memiliki kapasitas 200 kWp, serta baterai penyimpanan berkapasitas 100 Ah. Dengan desain ini, kendaraan tersebut dapat berfungsi sebagai “mobile charging”, memungkinkan pengisian daya perangkat elektronik dan kendaraan listrik di lokasi-lokasi terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, modifikasi kendaraan niaga ini dapat mengisi baterai motor listrik, seperti sepeda motor listrik ALVA yang memiliki kapasitas baterai 25 Ah. Dengan satu kendaraan modifikasi ini, diproyeksikan mampu mengisi daya hingga empat sepeda motor listrik. Teknologi ini menawarkan solusi praktis bagi wilayah-wilayah terpencil yang memerlukan akses listrik tanpa harus bergantung pada infrastruktur konvensional.

Komitmen B4T untuk Pengembangan dan Pemanfaatan Energi Terbarukan

Junadi Marki, Kepala B4T, menjelaskan bahwa partisipasi B4T di IMX 2024 bukan hanya untuk memperkenalkan pengembangan dan aplikasi teknologi, tetapi juga untuk mempromosikan solusi praktis dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission. “Dengan menghadirkan dua konsep kendaraan listrik ini, kami ingin menunjukkan komitmen B4T tidak hanya dalam terobosan aplikasi teknologi, tetapi juga pengembangan solusi praktis untuk mendukung program Net Zero Emission dan pemanfaatan energi terbarukan,” ungkap Junadi.

B4T juga sedang dalam proses pengembangan laboratorium pengujian baterai dan modul surya. Laboratorium ini akan menjadi pusat penilaian kesesuaian produk sesuai dengan standar yang ditetapkan, seperti pengujian panel surya yang mengacu pada Peraturan Menteri ESDM. Keberadaan laboratorium ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memastikan kualitas dan keamanan produk, serta mendukung industri kendaraan listrik dan teknologi energi hijau di Indonesia. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan komitmen agar pembangunan laboratorium dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor energi terbarukan.

Mendorong Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Kehadiran B4T di ajang IMX 2024 merupakan langkah nyata dalam mendukung terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan inovasi yang dipamerkan, B4T tidak hanya memperkuat peran industri dalam mencapai tujuan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mempertegas peran Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global.

Dengan terus mengembangkan aplikasi teknologi ramah lingkungan, B4T bertekad untuk memainkan peran sentral dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang energi bersih dan industri yang berkelanjutan. Keterlibatan aktif B4T ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk turut berkontribusi dalam transisi menuju energi terbarukan dan masa depan yang lebih hijau.